20 tahun sudah usia berlalu, dengan cerita yang semberaut. Tak banyak kenangan yang kuingat. Tapi dapat ku pastikan masa kecil ku sangatlah indah. Dulu tepat 10 tahun yang lalu aku menginggalkan rumah, coba kalian bayangkan anak kecil usia 10 tahun di tuntut untuk meninggalkan keluarga, ninggalin teman semata2 buat nuntut ilmu. Seumur itu tak ada yang benar2 bisa aku lakukan jangan kan cara nyuci baju nyuci piring aja aku masih nggak bersih, jangankan nyisir rambut pake bedak aja masih comot. Aku memang benar2 payah dalam urusan menyurus diri kala itu. Entah kenapa saat tamat SD aku menurut aja waktu di suruh merantau. Sebenarnya aku tak punya pilihat buat membantah. Bermodal ilmu dan berbekal seadanya aku pergi mondok. Di sini semuanya terasa asing bagiku, aku yang biasa sarapan enak di rumah, di sini aku harus belajar makan makanan seadanya dan cukup sederhana. Di rumah yang biasanya lapar tinggal makan disini aku harus ikut jadwal waktunya makan. Aku harus pastikan baju sekolah udah tercuci dan di setrika, di rumah aku nggak pernah ngurus itu semua, maau sekolah tinggal ambil di lemari. saat itu aku kesal aku kecewa, aku benar2 merasa tersiksa disini , aku merasa orang tuaku tak sayang pada ku saat itu. Aku sengaja di asingkan merasakan semua penderitan itu. Aku memberontak pada diri sendiri, saat itu aku ibarat kuda yang di ikat lehernya kemudian di kendarai sesuka hati. Disinilah semuanya di mulai. Nggak ada siapa2 bener2 sendri. Ayah sama ibu datang jenguk 2-3 bulan sekali. Pulang kampung hanya setahun 2 x. Libur semester dan idul fitri selebihnya nggak ada pulang2. Bertahun2 ku jalani rutinitas ini bergelora rasa rindu yang tak bisa di ucapkan aku belajar untuk jadi orang yang tegar dan mandiri. Setelah 3 tahun berlalu sekarang umur ku 13 tahun banyak hal yang telah ku pelajari di umur segini.
Selesai SMP kini aku melanjutkan SMA, aku kira setelah perantaaun ini dengan b ilmu yang ku dapat dalam kurun waktu 3 tahun itu aku diizinkan pulang dan melanjutkan sekolah di kampung, nyatanya lagi2 aku di paksa untuk merantau. Sejauh dan sesanggup yang kubisa. Yeah sebagai seorang anak apalagi yang bisa di lakukan selain nurut dan patuh pada orang tua kala itu ayah mengusulkan untuk melanjutkan di salah satu Sekolah di PKU. Kota yang waktu itu tak pernah terpikirkan olehku bakal berada disitu untuk anak yang baru berusia 13 tahun. Tanpa orang tua dan keluarga. Setelah melalui tes ternyata aku nggak lulus, aku nggak sedih karna aku emmang nggak mau waktu itu (Alhamdulillah Allah mendengarkan do'aku).
Setelah berdiskusi dengan ayah akhirnya aku masuk salah satu sekolah swasta di Dumai, kalau ada yang nanya kenapa nggak masuk negeri karna sekolah negeri udah tutup. Waktu aku daftar di pku waktu itu. Yeah nggak jauh beda dengan 3 tahun sebelumnya lagi2 apa2 aku kerjakan sendiri. Hal yang jauh lebih miris dari sebelumnya adalh dari mulai daftar sekolah sampai hari perpisahan ayah sama ibu nggak pernah sekali pun kesekolah untum urusan apapun.
Dan sekarang 4 tahun kuliah aku udah nggak kaget lagi dengan hal2 baru. Kalau kalian tanya R.I.N.D.U tidak? Rindu sudah menjadi separuh bagian hidup ku. Saat aku meninggalkan rumah kami sudah akrab dari situ. Tak terhitung entah berapa ribu hari yang ku jalani jauh dari keluarga, entah berapa banyak hari spesial yang ku lewati tanpa mereka, entah berapa banyak puasa pertama tak kami sambut sekeluarga. Namun hal ini tak lantas membuat aku lupa pada mereka justru ini menjadi kan aku untuk selalu ingat seberapa berharga nya merka dalam hidup ku jauh tak lantas membuat kami saling melupakan justru sebaliknya kami saling mengingat dalam doa.
Mungkin akan lebih banyak tahun yang akan aku lalui 10 tahun 11 tahun 15 tahun bahkan 20 tahun. Tapi bagiku hidup ku tak ubahnya seperti 10 tahun yang lalu saat langkah pertama belum ku ayunkan. Rantaaun ini mengajarkan aku arti seberapa jauh pun kamu pergi, rumah akan selalu jadi tempat yang ingin kamu tuju, karna disanalah surga mu. :)