Rabu, 24 Oktober 2018

Aku dan Kesendirianku

bersandar di dinding kamar, dengan alunan musik indie yang menggema walau tak begitu keras, yah cukuplah buat pendengaran ku. karna yang bermasalah itu mata ku bukan telinga. jangan kebalik ya. ohya lagu yang berputar di playlist ku Garis Terdepan - Fiersa Besari satu lagi lagu dari Senandung judulnya Hujan Di Balik Jendela. some of my favorites song. coba deh sesekali dengarin. bakalan candu. eeh, kok kesini jadinya. okey back to the point.

tidak ada alasan khusus sih untuk nulis kali ini, hanya saja baru selesai buat tugas di laptop. iseng buka blog ternyata udah lama di anggurin. karna kesibukan - kesibukan beberapa waktu lalu, entah karna emang bener - bener sibuk atau sok sibuk, ah sudah lah malas mikir. intinya sibuk. sangking sibuknya nggak ada waktu buat pacaran. hahaha

what? Pacar? okey, let me talking about it. sering kali di isengin temen dengan panggilan jomblo. yeah jomblo 5 tahun itu bukan waktu yang lama, buktinya nggak sadar udah 5 tahun aja. pernah sih dalam jangka waktu itu mencoba membuka hati menerima orang2 baru, but, this doesn't work. dalam kurun 3 bulan hubungan itu berakhir gitu aja. yeah, aku cukup nyaman dengan kesendiran ini. jadi ketika orang - orang baru mencoba datang aku harus mennyesuaikan diri dan aku cukup kesulitan dengan hal ini. bagaimana tidak aku tak terbiasa dengan sapaan selamat pagi, jangan lupa sarapan ya, ntar bunyi lagi jangan lupa sholat sama makan siangnya. eh, bentar - bentar bunyi lagi met sore jangan lupa magrib terus makan malam. :'). aku nggak ngerti lagi kenapa orang pacaran harus saling ngingatin kek dokter nyuruh pasien minum obat 3x1 sehari. padahal kalo nggak punya pacar mereka nggak lupa juga makannya. tapi ya balik lagi, begitulah konsekwensinya orang yang melabelkan diri mereka pacaran, ada aturan - aturan yang di buat dan harus di patuhi dari kedua belah pihak.

ini terdengar seperti pembelaaan,karna udah jomblo karatan. haaha, bisa jadi ini kalimat pembelaan karna emang nggak ada yang mau. :D, sedih Uuyy, namun percayalah ini hanya alasan kesekian dari alasan mendasar kenapa memilih sendiri.  tak penting sendiri atau berdua, yang penting itu Bahagia, karna level tertinggi kesuksesan itu kebahagian. buat apa berdua kalau ujung - ujungnya tak bersama. semua ada waktunya, tunggu aja. percayalah Allah tak mempercepatkan sesuatu kecuali itu baik buat mu.

 menyenangkan memang ketika ada seseorang yang mampu mengertikan kita, berbagi keluh kesah, mencari solusi setiap masalah. hal - hal yang biasanya di lakukan sendiri namun di lakukan berdua akan terasa indah. tapi balik lagi ke individunya, ada orang yang lebih suka melakukan banyak hal sendiri. sendiri bukan lah masalah bagi mereka yang terbiasa akan kesendirian.  karna bagi ku sendiri tak harus sendirian, dan berdua tak harus pacaran. pecayalah apapun yang menjadi milikmu cepat atau lambat akan tetap menjadi milik mu, dan yang bukan milik mu pun pada akhirnya tak akan jadi milik mu. so don't be afraid.
sembari menunggu yang pasti, udah saatnya juga kita buat belajar entah belajar menghadari kehidupan kedepannya, atau pun kehidupan selanjutnya. because life is a prosess learning never ending. karna ada hal yang jauh lebih penting dari sekedar pacaran.

biar ku nikmati waktu sendiri ku, sampai saatnya nanti ku nikmati waktu kita.

The greatest lesson you can teach yourself is to be patient.
be patient when you're happy because happiness ends, and be patient when you're sad, because sadness too ends.
nothing is constant.
everthing is temporary, except Allah.
The Eternal, The Everlasting.
-Twitter


#PNf
berantakan malas ngedit.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar