Rabu, 03 Mei 2017

Anniversary ayah and ibu

Happy anniversary untuk kedua orang tua ku ke-21.
Alhamdullilah bersyukur pada Allah yang menjadikan keluarga ini selalu bahagia.
Sellau di berkati, di mudah kan rezeki.
Untuk ayah terimakasih dah jadi ayah terbaik untuk keluarga ini, terlepas siapa ayah. Apa perkerjaan ayah. Ayah tetap lah seorang ayah bagi kami, seorang suami bagi mak. Ayah sosok tangguh yang tak pernah menunjukkan sisi lelah nya saat di rumah, yang selalu memenuhi semua yang kami mau. Yang tak pernah lalai dari tanggung jawabnya.
Ayah sosok yang tak banyak bicara, sosok yang penuh wibawa, yang tak pernah marah meski kami salah, yang selalu membela kami kalau mak marah, tapi akan marah kalau kami tak sholat,  marah kalau kami malas belajar. Ayah yang setiap hari nelpon untuk bangunkan sholat subuh, yang kadang2 ngingatin jadwal kuliah dan hal2 kecil sekalipun tak lepas dari nasehatnya.
Itulah ayah yang sangat2 peduli dengan pendidikan anak2 nya, ilmu agama anak nya.
Yang selalu memberi kami kebebasan untuk memgexplor diri untuk hal2 positif namun masih dalam pengawasan.

Mak sosok malaikat nyata yang hadir di tengah2 keluarga ini. Sosok wanita tegar nantangguh, yang tak pernah mengeluh untuk semua pengorbanannya. Mak yang selalu marah2 di rumah meski untuk kesalahan kecil. Hanya semata2 untuk mengajarkan kami. Tak ada kata yang dapat menggambarkan sosok mu. Hanya Allah yang dapat Membalas semua pengorbanan mu untuk keluarga ini mak.

Semoga Allah menjaga keluarga kita, dan menjadikan keluarga ini keluarga yang Sakinah mawadah dan warohmah. Aamiin Allahumma Aamiin

Rabu, 19 April 2017

Tersangka Atau Korban

Aku pernah berada di titik ini, titik di mana yang temen aku hadapin sekarang. Dimana kebaikan di anggap setingan. I just can say. Sabar and sabar. Iya sabar. Meski  ramai yang bilang sabar itu ada batas nya, Namun percayalah sabar itu tak terbatas. Sabar tidak bisa di ukur. Ketika kita sabar insallaah Allah akan angkat derajat kita.

Hari ini, temen aku curhat tentang temen waktu SMA nya dulu yang nuduh kalo dia buat akun olshop dari akun temen nya ini. Padahal nggak, dia aja nggak tau password nya apa. Gimana mau ganti akun nya. Tapi yang buat temen nya curiga adalah PIN BBM yang tertera di bio emang pin si temen aku ini. So dia nuduh gitu cerita nya.
Terus dia minta bukti kalo memang bukan teman aku yang ngelakuin. What?? Bukti?? Apa yang harus buktikan. Kebenaran tetaplah kebenaran tanpa harus ada bukti apapun.

Jadi, aku ngasi usul gini. Coba balik keadaannya kedia. Buat akun palsu atas nama dia, di bio tulis  pin dia. Terus coba tuduh dia kalo itu akun temen aku yang hilang. Apa dia bisa buktiin kalo itu bukan dia yang buat. Terus dia berdalih dia sendiri nggak tau apa2 tentang akun itu. Ada yang percaya?? Sedangkan itu jelas2 tertera nama dia dan pin nya. Nggak bisa kan dia jelaskan. So sama. Temen aku juga. Dia bener2 nggak tau itu akun siapa, dan apa niat nya nuduh2 gitu. Nggak ngerti sama sekali maksudnya.

Temen aku udah coba ajak ketemuan, untuk jelasin semua nya. Tapi si temen nya malah ngindar gitu, di jelaskan via sosmed nggak guna, karna fb, bbm, ig udah di block sama temen nya semua. Jadi apa lagi yang harus dia lakuin. Kalo semua penjelasannya nggak di dengerin juga.
Temennya terlalu cepat mengecap kalo dia penghianat dan nggak butuh penjelasaan apa2. Dengan mudahnya menggap kalo dia adalah dalang di balik semua nya. Haha, aku pernah di posisi temen aku ini. Aku buntu nggak tau mau ngelakuin apa. Aku ibarat berjalan di tengah labirin mencari jalan untuk keluar, tapi aku tersesat menuju jalan buntu tanpa ada tanda2 jalan keluar.

So untuk temen aku yang sabar aja. Percaya lah cepat atau lambat pada akhirnya kebenaran akan terungkap.
Selalu percaya setiap badai pasti akan berlalu, dan tergantikan oleh pelangi yang indah.

Sabtu, 01 April 2017

first posting

haii  semua ini postingan pertama aku di blog ini. akhir akhir ini banyak banget uneg-uneg di pikiran aku. tapi aku nggak tau mau muntahin dimana, jadi aku punya inisiatif untuk bikin blog dan nulis apa yang ada di pikiran aku. sebenarnya sih ini lebih ke masalh yang mana nggak butuh solusi tapi jadi beban di pikiran.

sekarang ini adalah awal tahun 2017  sama seperti tahun-tahun sebelum nya nggak ada target target khusus ditahun ini, ya aku jalani aja seadanya, pagi ngampus, siang main sama temen, sore pulang kerumah malamnya ngerjain tugas kalo ada tugas kalo nggak ya nonton, kalo weekend ya seharian di rumah nonton korea di laptop juga betah. so what?? apa masalahnya ?.. toh aktivitas ini udah aku jalanin selama 3 tahun terakhir dan aku have fun menjalani nya. No,kalo ada yang bilang aku bahagia ngejalaninya . itu salah besar.  aku nggak bahagia menjalani nya. mungkin dulu iya. aku senang berada di zona aman ini, dulu fikirann aku dangkal aku berfikir, ''toh hidup cuma sekali, jalani aja. lakuin apa yang mau kamu lakuin, semua ada waktunya.''  tapi akhirnya aku sadar.  .

aku mempertanyakan esensi aku sebagai manusia, esensi aku sebagai anak, sebagai mahasiswa.. aku mempertanyakan semua hal yang menurut aku penting untuk di kaji ulang. contohnya. apa sih yerlalu jauh dari ag udah aku lakuin selama ini? ada manfaatnya nggak sih. orang tua aku bangga nggak sih punya anak sepeti aku ini? ..  semua pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi isi kepala aku. aku seperti berjalan di lorong yag sepi, loog yang mengantarkan aku ke jalan buntu. aku tak menemukan apapun disana. tak ada satupun jawaban-jawaban yang tepat untuk menjawab semua pertanyaan di atas.

akhirnya aku sampai di satu titik dimana aku seolah olah menemukan jawaban yang selama ini aku  cari, Jawabanya adalah ternyata Selama ini aku terlalu Jauh Dari Allah, aku terlalu sombong dengan pencipta aku sendiri. aku terlalu angkuh. aku nggak pernah bersyukur. aku terlalu nyaman di zona ini, sehingga aku enggan untuk mencari jati diri aku, identitas aku. selama ini aku terlalu membangga-banggakan diri aku yang bukan siapa-siapa ini.  aku akhirnya seperti terlahir kembali. aku mulai mencari jati diri aku yang sesungguhnya, mencari tahu segala hal yang aku butuhkan selama ini.

alhamdulillah sekarang hal-hal yang mejadi beban aku selama ini mulai berkurang, aku mulai mendekatkan diri aku Sama Allah. aku pasrahkan Semuanya Pada Allah. Lillahitaa'la. aku yakin segala ketetapan Allah untuk umatnya Adalah yang terbaik. aku yakin itu.

sampai di sini dulu tulisan di blog pertama aku. maaf kalo content nya nggak bermutu. karna memang aku bukan seorang penulis.
okey, kapan2 aku nulis lagi. thanks yang udah mau baca.
see you in next blog.

#P-Nf