Kamis, 26 September 2019

Kenapa Harus Demo?? Apa Untungnya ??

Masih ada juga yang nyeletuk. Apa sih Demo2 mending belajar aja yang rajin di kampus biar pinter, lulus terus kerja. Dari pada ngurusin yang bukan masalah kita?

Whattt? Maaf mbak, Mas. Siapa bilang ini bukan masalah kita? Jelas ini masalah kita semua Rakyat indonesia. Yang Harus nya di wakili DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) tapi pada faktanya tidak terwakilkan. Disinilah Turun tugas mahasiswa Untuk Berorasi menyampaikan aspirasi dari Rakyat.
Teman2 Kita seperti Persma UI, UGM, ITB dan trisakti itu bukan orang2 bodoh teman. Mereka itu orang2 cerdas Selesai kuliah bukan mereka yang cari kerja, tapi kerjaan yang menghampiri mereka. Mereka nggak perlu cari muka ke dosen tapi muka mereka udah di kenali dosen. Ipk bukan lagi maslah bagi mereka.

Tapi mereka tidak mau egois hanya memikirkan masa depan mereka secara individu. Padahal dengan kapasitas otak mereka sekarang, dengan publik speaking yang lugas. Pengetahuan yang luas.  Masadepan mereka Cukup menjanjikan sebenarnya. Tapi apa? Mereka itu berjuang untuk hak2 kita semua. Orang2 yang seperti kita ini.
Sudahlah jangan menyerang secara personal kalo mereka salah ya di kritik jangan tambah di cari2 celah untuk mencela. Seolah2 mereka cari panggung di tengah carut marutnya negara ini. Jangan mentang2 mereka anak kemaren sore ide mereka di remehkan.

Jika memang tidak setuju dengan aksi mahasiswa dan merasa ini sudah keluar dari jalur yang seharusnya. Beri mereka solusi yang baik. Nasehati dengan baik. Aku tau kita semua sama2 peduli dengan negara Ini, kita sama2 melakukan yang terbaik untuk negara ini versi kita. hanya saja caranya yang berbeda. 

Please jangan ada lagi yang seolah2 tidak peduli dengan masa depan Negara ini. Yang selalu berdalih "Alah siapapun Presidentnya siapa pun DPR nya, kita tetap kerja banting tulang buat sesuap nasi. Apa peduli pemerintah pada orang macam kita. Please stop it.
Inilah yang sedang kita perjuangkan bersama. Agar terbentuknya Negara Yang adil Dan Makmur. Serta Meratanya Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Remember the idea, not the man. Cermati substansinya bukan represi aksinya apalagi orgnya. Oke idea is the point ni.

Ini adalah murni pendapat aku secara subjektif, jika ada opini yang berbeda silahkan.
#P.Nf

Selasa, 27 Agustus 2019

Memaknai 26 Agustus

26 Agustus, 22th yang lalu seorang ibu berjuang mempertaruhkan nyawa untuk membawa buah hati kecilnya kedunia. Di Hawa dinginnya subuh kala itu tangisan kecil membuat seisi rumah bahagia. Di mana tangis haru dan senyum bahagia semua orang yang menantikan makhuk kecil untuk hadir di dunia ini.

Iya, 26 Agustus Hari dimana aku dilahirkan hari dimana perjalanan di dunia ini di mulai. Tanpa terasa hari ini 26 Agustus untuk ke 22 kalinya. Dan aku menamainya ulang tahun. Setiap tahunnya aku selalu bersuka cita untuk menyambut hari ini, hari di mana umur ku bertambah dan harapan serta doa dari orang2 dipanjatkan untuk ku.
Namun satu hal yang selalu lalai aku sadari. Dihari yang di sebut ulang tahun ini, hari dimana menjadi titik balik aku untuk melihat kebelakang apa aja yang udah aku lakuin dengan umur2 yang berlalu. Sudahkah aku memahami makna dari kehidupan, sudah kah aku menjalani tugas ku sebagai makhluk tuhan dan yang paling penting sudahkah aku bersyukur dan berterimakasih. Bersyukur pada Allah atas semua nikmat yang telah dianugrahi, dan berterimakasih sama orang tua karna mereka aku ada.

Seiring berjalannya waktu makin kesini aku makin sadar bahwa perayaan sebuah ulang tahun bukan lah hal yang penting, harusnya hal yang pertama  aku lakukan sejak aku mulai bisa membuat keputusan adalah. Berterimakasih pada sosok yang paling berjasa dalam hidup ini, Dia adalah seorang ibu yang Bertaruh nyawa antara hidup dan mati hanya untuk memberi aku kehidupan.

Di kesempatan ini di moment sekali seumur hidup ini, dihari yang bersejarah ini aku ingin mengucapkan rasa syukur dan terimakasih pada sosok pahlawan dalam hidup ku.
Ayah mak akak sangat bersyukur terlahir di tengah2 kalian. Mak dan ayah adalah hadiah paling sempurna yang pernah akak punya. Maaf untuk saat ini akak belum bisa membalas jasa ayah dan mak. Tapi percayalah akak akan berusaha membahagiakan mak dan ayah.

Last but not least, mungkin selama ini akak selalu buat kalian nangis dan kecewa tapi akak janji suatu saat nanti akak akan buat kalian nangis dan bahagia karna kesuksesan akak. I am promise.

Mom and daddy i love you.
Untuk semua doa dan harapan semuanya untuk puput terimakasih.
Alhamdulillah 22th.

P_Nf

Senin, 11 Maret 2019

Go #DietPlastik for Better Future. Aksimu hari ini menentukan bumi 10 tahun lagi

#MyStory Part 1
Masih ingat dengan resolusi di akhir tahun kemaren? Apa2 target yang ingin di capai di tahun ini?  Setiap orang selalu punya target yang ingin di capai setiap tahun nya. Entah itu perkerjaan, rumah tangga, pribadi yang lebih baik, pergi umroh, lebih mendekat kan diri ke pada Allah. Yah macam2 yang ingin di capai.
Kalau aku pribadi resolusi aku nggak jauh2 dari tahun sebelumnya untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik, lebih baik dari diri yang lalu bukan orang lain, melakukan hal2 kecil tapi punya pengaruh yang berbesar untuk lingkungan, Menjadi orang yang bermanfaat untuk sekitar dan memberi energi positif untuk orang lain. Kedengarannya mudah tapi sangat sulit untuk di aplikasikan.
Salah satu contoh resolusi yang sedang aku aplikasikan dalam hidup adalah #dietplastik
Diet gak melulu tentang makanan atau minuman yang kita konsumsi. Diet yang saat ini sedang tren salah satunya adalah diet sampah plastik. Kedengarannya cukup sederhana hanya sebuah plastik bekas kantong belanjaan yang kalau sampai di rumah di buang isi nya di simpan.
Pernah tidak kita berfikir bahaya sampah plastik yang kita anggap remeh selama ini yang merusak lingkungan kita dan akhirnya mencemari ekosistem lautan.  Akibatnya banyak binatang laut (dan juga burung-burung) yang mati karena menganggap sampah-sampah plastik itu adalah makanan. Selain itu tingginya polusi di lautan, juga mempengaruhi kadar polutaan yang terdapat pada makanan laut yang kita konsumsi.
You know what, menurut situs Forbes, Indonesia merupakan salah satu dari 5 negara di Asia yang membuang sampah plastik ke laut terbanyak dibandingkan dengan gabungan negara-negara lain di seluruh dunia. Bukan sekadar masalah Asia saja, persoalan mengenai bahaya limbah plastik merupakan masalah dunia. Limbah plastik negara Amerika Serikat sebanyak 33.6 juta ton dan hanya 9.5% saja yang didaur ulang. Faktanya, masyarakat Jakarta mampu menghasilkan sekitar 6.500 ton sampah dalam sehari.
Sesederhana itu tapi fatal akibatnya, karna ketidak pekaan kita terhadap hal kecil mampu membunuh banyak nyawa bahkan mengancam kesehatan kita sendiri. Kita terlalu egois dengan diri kita sampai lupa bahwa akan ada kehidupan manusia2 lain setelah ini, kalau sekarang aja jika nggak bisa menjaga lingkungan kita bagaimana anak cucu kita 30 tahun lagi?
Sumber data :
https://www.dbs.com/spark/index/id_id/site/pillars/2018-diet-sampah-plastik-dimulai-dari-mana-ini-yang-perlu-kamu-tahu.html